

Bu Mariah kehilangan penglihatannya sejak kecil, akibat insiden tragis yang terjadi di rumahnya.
Sejak saat itu, gelap menjadi sahabat hidupnya. Tapi bukan berarti ia kehilangan cahaya dalam hatinya.

Kini, Bu Mariah hidup bersama dua anaknya—Mulki dan Kais—yang telah menjadi anak yatim.
Mulki baru lulus SMP, dan Kais masih kelas 5 SD. Dua anak laki-laki yang menjadi alasan Bu Mariah tetap kuat menjalani hari, meski hidup serba terbatas.
Di balik keterbatasannya, Bu Mariah punya tekad besar:
Anak-anakku harus sekolah setinggi-tingginya. Mereka tidak boleh hidup seperti saya.
Ia bekerja sebagai tukang pijat tunanetra, tapi penghasilannya sangat tidak menentu.
Kadang dalam sebulan hanya dapat satu dua panggilan, kadang tidak ada sama sekali.
Untuk makan sehari-hari, ia hanya bisa berharap ada yang berbaik hati memberi beras atau sembako.
Mereka tinggal di kontrakan dua petak yang sangat sederhana.
Alhamdulillah, karena kebaikan pemilik kontrakan, Bu Mariah dibebaskan dari biaya sewa.
Itulah bentuk rezeki yang terus ia syukuri.
🤲 Mari bantu Bu Mariah dan anak-anaknya untuk tetap bertahan.
Sedekahmu hari ini bisa jadi jalan bagi Mulki dan Kais menggapai cita-cita.
Menjadi anak-anak hebat yang membanggakan ibunya, dan membalas perjuangannya.
![]()
Belum ada donasi untuk penggalangan dana ini
![]()
Belum ada Fundraiser
![]()
Menanti doa-doa orang baik